Pemenang Piala Dunia Diprediksi Dengan Matematika, Era Baru Teknologi Olahraga
![]() |
| Belgium (in red) beat Brazil in a quarter-final match during the 2018 World Cup. Credit: TF-Images/Getty |
Pemenang Piala Dunia, Negara Mana?
Belgia memiliki kemungkinan terkuat untuk memenangkan Piala Dunia, menurut model statistik "Poisson Ganda" yang memperhitungkan kualitas menyerang dan bertahan dari masing-masing tim, tetapi Brasil menempati peringkat pertama dalam peringkat FIFA.
![]() |
| sumber: https://www.nature.com/articles/d41586-022-03809-y |
Pemain akan memiliki pendekatan yang lebih berbasis bukti untuk membahas waktu di lapangan pada acara Piala Dunia sepak bola mendatang di Qatar. Penyelenggara acara akan memberikan laporan kepada setiap pemain tentang kinerja mereka dalam beberapa menit setelah peluit akhir. Striker akan dapat menunjukkan seberapa sering mereka berlari. Penyelenggara akan memiliki data tentang seberapa banyak mereka mengganggu dan mengalihkan perhatian tim lawan saat mereka menguasai bola.
Sementara itu, para pemain sepak bola mengikuti pengawasan statistik yang sebanding dengan seorang astronot. Rompi dan tali yang dapat dikenakan sekarang dapat mendeteksi gerakan, memantau lokasi menggunakan GPS, dan menghitung jumlah putaran yang dilesatkan dengan masing-masing kaki. Kamera dari berbagai sudut merekam semuanya mulai dari sundulan yang didapat hingga berapa lama pemain memegang bola. Sebagian besar tim sepak bola elit sekarang mempekerjakan analis data, termasuk ahli matematika, ilmuwan data, dan fisikawan yang direkrut dari perusahaan dan laboratorium terkemuka seperti Microsoft dan CERN, laboratorium fisika partikel Eropa dekat Jenewa, Swiss.
Pada gilirannya, wawasan analis mengubah cara permainan dimainkan: striker lebih jarang menembak dari jarak jauh, pemain sayap mengoper ke rekan se-tim daripada menyilangkan bola, dan pelatih terobsesi untuk memenangkan penguasaan bola di atas lapangan. Perubahan taktis yang semuanya didukung dengan bukti kuat untuk mendukung intuisi pelatih.
"Data besar menandai awal era baru dalam sepak bola," kata Daniel Memmert, ilmuwan olahraga di German Sport University Cologne. "Itu telah mengubah sikap dan perilaku tim, serta bagaimana mereka menganalisis lawan dan memelihara bakat dan mencari pemain."


Komentar
Posting Komentar